Petugas Kebut Pembersihan Jalur Cipasung-Subang di Kuningan Akibat Longsor Susulan

Ciremaitoday.com,Kuningan – Petugas masih menerapkan sistem buka tutup jalan pada jalur Cipasung-Subang di Kabupaten Kuningan, Jabar. Hal ini lantaran akses jalan tersebut tertutup material longsoran tanah, Selasa (16/4).

Meskipun memang, sebelumnya akses jalan itu dapat dilintasi kendaraan setelah selesai dilakukan pembersihan. Namun longsor susulan kembali terjadi, sehingga membuat akses jalan kembali terhambat.

Lokasinya berada di Blok Camas dan Honje yakni perbatasan antara Desa Padahurip dan Desa Cantilan, Kecamatan Selajambe. Setidaknya dua alat berat diterjunkan untuk membersihkan material longsoran.

Petugas gabungan dibantu warga juga turut langsung melakukan pembersihan jalan. Beberapa di antaranya seperti BPBD, Polri, TNI, Damkar, Aparatur Kecamatan maupun Pemerintahan Desa, dan dukungan masyarakat setempat.

Kepala Pelaksana BPBD Kuningan Indra Bayu Permana menjelaskan, jika penerapan buka tutup jalan dilakukan selama proses pembersihan sedang tidak dilakukan. Misalkan yakni saat sore hingga pagi hari, sebelum alat berat membersihkan material longsor.

“Jadi jalan ini dibuka saat pembersihan jalan tidak dilakukan, seperti pada malam hingga pagi. Termasuk saat siang ketika alat berat sedang tidak beraktivitas, maka jalan dibuka,” ucapnya.

Menurutnya, hal ini dilakukan agar mempercepat proses penanganan bekas material longsoran tanah. Sehingga tidak ada kendaraan yang melintas ketika dilakukan pembersihan jalan.

“Namun saat jam 5 sore, jalan ini akan dibuka sampai esok pagi,” tukasnya.

Pihaknya berpesan, agar pengendara yang melintasi jalan tersebut agar tetap berhati-hati. Sebab kondisi jalan licin karena masih tersisa bekas material longsoran tanah.

“Tetap utamakan keamanan dan kenyamanan saat melintasi jalan. Semoga proses penanganan longsor ini segera selesai beberapa hari ke depan,” harapnya.

Selain itu, Kapolres Kuningan AKBP Willy Andrian juga sempat meninjau langsung lokasi kejadian tanah longsor. Langkah ini sebagai bentuk koordinasi untuk membantu petugas di lapangan, khususnya dalam pengalihan arus lalu lintas jalan.

“Tentu kegiatan ini dalam rangka monitoring bencana alam berupa longsor atau pergeseran tanah. Yakni di Desa Cantilan, Kecamatan Selajambe,” terangnya.

Diketahui, jika longsor terjadi pada Kamis (11/4) sekitar pukul 23.00 WIB. Longsor tersebut menutupi jalan di titik terberat seperti di Desa Cimenga dan Desa Padahurip.

Kondisi paling berat terjadi di Blok Camas dan Honje, perbatasan antara Desa Padahurip dan Desa Cantilan, Kecamatan Selajambe, dengan ketebalan longsoran hingga 2-4 meter dan panjang 100 meter. Proses penanganan telah dilakukan siang dan malam menggunakan 2 alat berat.(*) 

Array
header-ads

Berita Lainnya