(foto: Freepik)

Keistimewaan 11 Weton Tulang Wangi dan Makna Malam Satu Suro bagi Masyarakat Jawa

CIREMAITODAY.COM – Peringatan Malam Satu Suro tetap menjadi tradisi penting bagi masyarakat Jawa hingga saat ini.

Bulan Suro, yang menandai awal tahun baru dalam penanggalan Jawa, memiliki makna filosofis dan spiritual yang mendalam.

Pada tahun 2024, Malam Satu Suro jatuh pada hari Minggu, 7 Juli 2024.

Malam Satu Suro dipercaya sebagai waktu pergantian tahun serta awal penciptaan alam semesta.

Ini adalah saat yang dianggap tepat untuk refleksi diri dan memohon berkah untuk tahun yang akan datang.

Tradisi Malam Satu Suro dihitung berdasarkan kalender Jawa, berbeda dengan kalender Islam (Hijriah) dan Masehi.

Satu Suro juga diyakini sebagai saat ketika pintu gaib terbuka lebar, sehingga berbagai mitos dan tradisi mistis muncul di sekitar perayaan ini.

Salah satu konsep yang sering dikaitkan dengan malam Satu Suro adalah weton tulang wangi.

Mengungkap Keistimewaan Weton Tulang Wangi

Weton tulang wangi adalah istilah dalam tradisi Jawa yang merujuk pada sekelompok neptu weton tertentu yang dianggap memiliki keistimewaan dan kelebihan.

Weton tulang wangi sering digunakan untuk menentukan hari baik dan buruk, terutama dalam konteks kelahiran seseorang.

Istilah “tulang wangi” memiliki makna simbolis. “Tulang” melambangkan kekuatan dan keteguhan, sementara “wangi” melambangkan kesucian dan kebaikan.

Oleh karena itu, weton tulang wangi sering dikaitkan dengan keberuntungan, kesuksesan, serta perlindungan dari hal-hal negatif.

Berikut adalah daftar weton tulang wangi:

Senin Kliwon

Senin Wage

Senin Pahing

Selasa Legi

Rabu Pahing

Rabu Kliwon

Kamis Wage

Sabtu Wage

Sabtu Legi

Minggu Pon

Minggu Kliwon

Orang yang lahir pada hari-hari weton tulang wangi ini dipercaya memiliki daya tarik bagi makhluk gaib.

Hal ini mendorong banyak orang dengan weton tulang wangi untuk mendekatkan diri kepada Tuhan saat malam Satu Suro, karena diyakini malam tersebut adalah waktu di mana banyak makhluk gaib berkeliaran.

Tradisi ini tidak hanya menjadi bagian penting dari identitas budaya Jawa, tetapi juga turut memperkaya mozaik budaya Indonesia secara keseluruhan.

 

 

 

 

 

Array
header-ads

Berita Lainnya