Kepala BPBD Kuningan menyebut kejadian kebencanaan telah melanda 29 desa dan 2 kelurahan di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, sejak awal tahun 2023. (Andri)

34 Kejadian Bencana Melanda 29 Desa Sejak Awal Tahun 2023 di Kuningan

Ciremaitoday.com, Kuningan – Musibah bencana alam kerap melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Setidaknya hingga hari ini, Kamis (11/1/2023), sudah ada 34 kejadian kebencanaan yang melanda 29 desa dan 2 kelurahan.
BPBD Kuningan menyebut, jika kejadian bencana tersebar di 15 kecamatan. Bahkan dari total bencana alam tersebut, paling mendominasi adalah tanah longsor dengan 28 kejadian.
Selain longsor, beberapa bencana lain yaitu kebakaran rumah, rumah ambruk, pergerakan tanah, angin kencang hingga orang hilang. Tercatat, ada satu rumah terdampak dengan kondisi rusak berat.
Kemudian terdapat 3 rumah rusak sedang, 1 rumah rusak ringan, dan 43 rumah milik warga terancam. Sedangkan sarana dan prasarana yang terdampak di antaranya 31 titik ruas jalan, 23 titik tembok penahan tebing, 2 unit sarana ibadah hingga area persawahan warga.
Kepala BPBD Kuningan, Indra Bayu Permana, menghimbau, agar masyarakat senantiasa siap siaga terhadap ancaman bencana hidrometeorologi yang diprediksikan terjadi di awal tahun ini.
“Berdasarkan prakiraan BMKG, prakiraan puncak musim hujan terjadi antara Desember 2022 sampai Februari 2023,” ucapnya.
Oleh sebab itu, lanjutnya, masyarakat mesti meningkatkan upaya pencegahan dan kesiapsiagaan, sekaligus antisipasi dan menekan risiko bencana di musim penghujan. Sebab bencana yang rawan terjadi yakni longsor, pergerakan tanah hingga banjir.
“Jadi untuk wilayah Kuningan sendiri, memiliki potensi bencana tanah longsor atau gerakan tanah cukup tinggi di Jawa Barat. Kemudian di Kuningan juga memiliki beberapa sungai yang memungkinkan berakibat bencana banjir,” ujarnya.
Pihaknya menekankan, agar semua pihak melakukan langkah-langkah antisipasi semisal mitigasi dan kesiapsiagaan.
“Beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan adalah dengan menggencarkan kegiatan pembersihan lingkungan, baik saluran drainase pemukiman, aliran sungai seperti bersih-bersih sungai dari sampah yang menghalangi gerak air dari hulu ke hilir,” pintanya.
“Lalu jika melihat ada retakan pada jalan, tanah maupun tebing agar segera melakukan upaya penutupan sebelum berisiko terjadi tanah longsor,” sambungnya.
Sekali lagi, Ia berharap, agar masyarakat secepatnya membentuk posko kesiapsiagaan di desa rawan bencana dan melakukan pemantauan secara cermat. Termasuk secara berkelanjutan untuk memantau situasi terkini terhadap perkembangan informasi peringatan dini cuaca musim penghujan.(*)

header-ads

Berita Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *