Caption: Farhat Abbas bersama Krisna Murti dan timnya meminta salinan putusan kasasi terkait kasus Saka Tatal dalam kasus Vina Cirebon di Pengadilan Negeri Cirebon, Senin (10/6). Foto: Tarjoni/Ciremaitoday

Update Kasus Vina Cirebon: Farhat Abbas & Krisna Murti Cs Ambil Salinan Putusan Saka Tatal di PN

Ciremaitoday.com, CirebonFarhat Abbas bersama Krisna Murti dan timnya meminta salinan putusan Saka Tatal dalam kasus Vina Cirebon di Pengadilan Negeri (PN) Cirebon, Senin (10/6). Namun, kedatangannya kali ini tanpa dihadiri oleh pengacara Saka Tatal, yakni Titin.

“Tujuannya kita mau mengambil salinan putusan kasasi,” ujar Krisna kepada wartawan¬† di PN Kota Cirebon.

“Selama ditangani oleh lawyer yang lama kita belum dapat salinan kasasi untuk pengajuan PK,” tandasnya melanjutkan.

Menurutnya, salinan putusan tersebut akan dipelajari guna mempersiapkan langkah-langkah hukum selanjutnya.

“Akan kita pelajari, lalu kita persiapkan langkah-langkah hukum apa yang akan kita lanjutkan untuk peninjauan kembali kita,” katanya.

Krisna menegaskan, salinan putusan tersebut juga nantinya akan digunakan sebagai dasar untuk mengajukan Peninjauan Kembali (PK) terhadap vonis Saka Tatal.

“Sudah, sudah sangat kuat sekali, salah satunya pencabutan keterangan (saksi). Terus ada beberapa keterangan saksi-saksi juga,” ucapnya.

Sementara itu, Farhat Abbas menambahkan bahwa kedatangan mereka kali ini tidak melibatkan Titin Prialianti, kuasa hukum Saka Tatal sebelumnya.

“Hari ini Bang Krisna Murti dan tim, serta saya, Farhat Abbas, tanpa Ibu Titin, kita ke Pengadilan Negeri Cirebon untuk mengambil salinan putusan kasasi,” ujarnya.

Entah apa yang terjadi, pada momen ini, Farhat mengeluarkan kritik pedasnya terkait kinerja Titin selama menangani kasus tersebut.

“Bayangkan, selama delapan tahun seorang pengacara tidak pernah mengambil putusan, terus berkoar-koar, ngomong ke sana sini. Jadi buat apa ngomong kalau memang kerjanya nggak benar?” tandasnya.

Kata dia, tim dari Jakarta berusaha menegakkan kebenaran. Langkah pertama yang akan ditempuh sebelum PK adalah mempelajari putusan kasasi.

“Jalan yang benar adalah membaca dan mempelajari putusan kasasi. Kenapa Saka Tatal dihukum delapan tahun dan tidak didengarkan saksi-saksi atau keterangan pencabutan BAP dan tidak dikawal oleh Bapas maupun diarahkan oleh hakim,” ungkapnya.¬†

Selain itu, Farhat juga menyoroti perubahan putusan dari awalnya tidak ada pasal pembunuhan berencana menjadi ada.

“Sehingga dari awalnya tidak ada pasal 340, divonis dengan pasal 340. Mudah-mudahan hari ini selesai. Dalam waktu dekat kita ajukan PK,” kata dia.

Meski demikian, Farhat memastikan tidak ada perpecahan di kubu tim pengacara Saka Tatal.

“Tidak ada perpecahan, hanya keterbukaan. Jadi saya mau bicara jelas-jelas, ketika saya dan Bang Krisna membela (Saka Tatal), yang saya lihat dulu adalah bagaimana pengacara sebelumnya sudah menjalankan kewajibannya atau belum,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Farhat Abbas dan timnya membela Saka Tatal, terpidana dalam kasus pembunuhan Vina dan Eky di Cirebon. Saka Tatal telah menjalani hukuman delapan tahun penjara sejak divonis pada tahun 2017, meski sempat bebas lebih awal. Saat kasus ini terjadi pada tahun 2016, Saka Tatal masih di bawah umur.(Joni)

Array
header-ads

Berita Lainnya