Caption: Presiden RI Joko Widodo memberikan keterangan pers usai acara pelantikan pejabat negara di Istana Negara, Jakarta, Rabu (21/2/2024). Foto: Istimewa

Jokowi Umumkan Saham Pemerintah di Freeport Akan Bertambah Menjadi 61 Persen

Ciremaitoday.com, Jakarta-Presiden Joko Widodo mengumumkan bahwa pemerintah Indonesia akan menambah kepemilikan sahamnya di PT Freeport Indonesia sebesar 10 persen. Saat ini, pemerintah sudah memiliki 51 persen saham di Freeport.

Jokowi mengungkapkan bahwa proses pengambilalihan saham Freeport tidaklah mudah dan memerlukan waktu yang panjang.

“Saat Indonesia ingin menguasai 51 persen saham pada tahun 2018, prosesnya dilakukan secara diam-diam selama 3 hingga 5 tahun,” kata Jokowi, Senin (27/5).

“Sebentar lagi, insyaallah dalam beberapa bulan ke depan, kita akan tambah lagi 10 persen sehingga menjadi 61 persen,” katanya.

Presiden menjelaskan bahwa dengan kepemilikan 61 persen saham, Indonesia akan mendapatkan keuntungan yang signifikan.

“Indonesia akan menerima keuntungan 70-80 persen yang masuk ke kas negara dalam bentuk royalti, bea ekspor, dan bea keluar,” ungkapnya.

Jokowi menegaskan bahwa Freeport kini sepenuhnya menjadi milik Indonesia.

“Kalau kita bicara Freeport, itu bukan milik Amerika lagi, tapi sudah jadi milik kita, Indonesia. Pengambilalihannya tidak menggunakan kekuatan, tapi uang. Uangnya kita ambil dari Amerika, dan kita bayar ke Freeport,” ungkapnya.

Ia juga menyatakan bahwa pelunasan untuk mengambil alih saham Freeport akan selesai tahun ini. Indonesia, lanjutnya, beruntung bisa mengambil alih saham Freeport sebelum harga tembaga dunia naik seperti sekarang.

“Saat itu pemiliknya mau melepas karena kondisi goncangan ekonomi. Meskipun saya banyak ditakut-takuti dengan isu Papua yang bisa bergolak atau lepas dari Indonesia. Namun, pengambilalihan ini dilakukan dengan cara-cara bisnis, bukan dengan kekuatan negara. Dan kita berhasil,” pungkasnya.(*)

Array
header-ads

Berita Lainnya