Caption: Ketua Umum PP IWO, Teuku Yudhistira, M.I.Kom, saat wawancara di Jakarta, Senin (19/2). Foto: IWO

IWO Mendorong Presiden Terpilih untuk Reformasi Total di Tubuh Pers

Ciremaitoday.com, Jakarta-Ikatan Wartawan Online (IWO) menilai bahwa penetapan Hari Pers Nasional setiap tanggal 9 Februari sudah tidak relevan lagi di era reformasi ini, mengingat reformasi menjadi titik awal kebebasan pers di tanah air.

“Jika pemerintah berniat mengembalikan independensi pers, terutama sejak reformasi bergulir, harus dilakukan secara total dan menyeluruh,” ujar Ketua Umum PP IWO, Teuku Yudhistira, M.I.Kom di Jakarta, Senin (19/2).

Yudhistira menyoroti bahwa reformasi di tubuh pers saat ini cenderung berpihak kepada satu organisasi yang selama ini seolah menjadi anak emas pemerintah.

Menurutnya, semua wartawan di Indonesia tahu bahwa 9 Februari yang ditetapkan sebagai Hari Pers Nasional adalah hari lahirnya PWI berdasarkan Keppres Nomor 5 Tahun 1985 yang ditetapkan Presiden Soeharto.

Dia menyatakan bahwa reformasi di tubuh pers tanah air belum dilakukan secara total, dengan masih ada produk orde baru yang belum dibersihkan.

“Payung hukum pers di Indonesia jelas, Undang-undang No 40 tahun 1999, yang lahir pasca reformasi, menjadi penanda dan landasan kebebasan pers di negeri ini yang sebelumnya terkekang,” terangnya.

Yudhistira menegaskan bahwa pemerintah harus berani mencabut Keppres No 5 Tahun 1985 tentang penetapan Hari Pers Nasional yang mengacu pada lahirnya PWI, jika mendukung pers yang reformis.

Menurutnya, jika pemerintah tidak berani mencabut Keppres tersebut, pers di tanah air akan terus tersandera dengan bayang-bayang orde baru selamanya.

Menurut Yudhistira, lahirnya LKBN Antara pada 13 Desember 1937, merupakan momen yang tepat untuk ditetapkan sebagai Hari Pers Nasional, jika pemerintah mendukung pemerataan bagi setiap insan pers tanpa adanya kesenjangan dan pilih kasih.

“Penetapan Hari Pers Nasional mestinya mengacu kepada bagaimana tonggak sejarah lahirnya pers di Indonesia. Dan itu sangat relevan jika hari lahirnya LKBN Antara itu ditetapkan menjadi hari Pers,” pungkasnya.(*)

Array
header-ads

Berita Lainnya