Caption: Terduga tersangka kasus Vina Cirebon, Pegi Setiawan alias Perong saat konferensi pers di Polda Jabar. Foto: dok.Kumparan

Hakim Batalkan Status Tersangka Pegi Setiawan dalam Kasus Pembunuhan Vina Cirebon

Ciremaitoday.com, Bandung-Pengadilan Negeri (PN) Bandung mengabulkan permohonan praperadilan yang diajukan oleh Pegi Setiawan terkait kasus pembunuhan Eki dan Vina Cirebon. Hakim Eman Sulaeman, dalam sidang pada Senin (8/7), menyatakan bahwa penetapan tersangka oleh Polda Jabar tidak sah.

Hakim Eman Sulaeman memutuskan untuk membatalkan status tersangka Pegi Setiawan dengan beberapa pertimbangan hukum.

“Penetapan tersangka tidak hanya membutuhkan dua alat bukti yang cukup, tetapi juga pemeriksaan sebagai calon tersangka terlebih dahulu oleh polisi,” kata Eman Sulaeman dalam sidang.

Dalam putusannya, hakim mengadili:

1. Mengabulkan permohonan praperadilan pemohon sepenuhnya.

2. Menyatakan proses penetapan tersangka atas nama Pegi Setiawan beserta surat terkait lainnya tidak sah dan batal demi hukum.

3. Menyatakan bahwa tindakan menetapkan pemohon sebagai tersangka dugaan tindak pidana Perlindungan Anak dan atau Pembunuhan Berencana adalah tidak sah dan tidak berdasar hukum.

4. Membatalkan surat ketetapan tersangka.

5. Menyatakan tidak sah segala keputusan atau penetapan yang dikeluarkan lebih lanjut oleh termohon terkait penetapan tersangka atas pemohon.

6. Memerintahkan termohon untuk menghentikan penyidikan terhadap pemohon.

7. Memerintahkan termohon untuk melepaskan pemohon dari tahanan.

8. Memulihkan hak pemohon dalam kemampuan, kedudukan, harkat, dan martabatnya seperti sediakala.

Hakim juga menekankan bahwa Pegi belum diperiksa oleh polisi saat penetapan tersangka dilakukan.

“Dengan demikian, penetapan status tersangka oleh termohon harus dinyatakan tidak sah dan batal demi hukum,” tegas hakim.

Pegi Setiawan sebelumnya disangkakan melanggar Pasal 340 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP dan Pasal 81 ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman pidana mati.

Namun, dengan dikabulkannya praperadilan ini, Pegi terbebas dari status tersangka yang sempat mengancam hidupnya. Sidang praperadilan ini sendiri telah digelar sejak 1 Juli 2024.(Joni)

Array
header-ads

Berita Lainnya