Caption: Saka Tatal saat ditemui oleh pengacara Farhat Abas dan Krisna Murti di kediamannya, pada Sabtu (1/6). Foto: Tarjoni/Ciremaitoday

Farhat Abbas Sebut Polisi Ceroboh soal Penetapan DPO Kasus Vina Cirebon

Ciremaitoday.com, Cirebon-Pengacara kondang Farhat Abbas melontarkan kritik pedasnya kepada Polisi terkait penanganan kasus Vina Cirebon yang tengah menjadi sorotan publik. Farhat menilai pihak kepolisian ceroboh dalam menetapkan Daftar Pencarian Orang (DPO), terutama mengingat hukuman dalam kasus ini sangat berat, yaitu penjara seumur hidup.

Kritik ini disampaikan Farhat bersama Krisna Mukti dan tim advokatnya dari Jakarta saat bertemu dengan mantan narapidana kasus Vina, Saka Tatal, di Cirebon belum lama ini.

 

Ia lantas menyoroti ketidakjelasan pihak kepolisian saat ditanya tentang keterlibatan anak pejabat dalam kasus ini.

“Jika seseorang merasa tidak bersalah, maka polisi harus memulai kasus ini dari awal, menggunakan teknologi canggih seperti digital forensik untuk membuka kembali data-data WhatsApp, handphone, dan lainnya pada tahun 2016,” ujar Farhat, Sabtu (1/6).

Farhat juga mempertanyakan kecerobohan polisi, terutama Iptu Rudiana, yang anaknya meninggal dalam kasus ini.

“Penetapan DPO tidak boleh sembarangan. Nama dan alias harus jelas. Ini penting agar hakim yakin dalam menjatuhkan hukuman, yang dalam kasus ini adalah seumur hidup. Tidak ada hukuman yang lebih ringan, kecuali bagi anak di bawah umur 18 tahun,” katanya.

Dalam kasus Vina Cirebon yang diputus pada 2016, dari delapan terpidana, hanya Saka Tatal yang tidak dihukum seumur hidup karena masih di bawah umur saat itu. Saka kini telah bebas setelah menjalani hukumannya.

Sebelumnya, Saka Tatal secara tegas membantah keterlibatan Pegi Setiawan, yang ditangkap oleh pihak kepolisian, dengan sosok yang tertera dalam DPO.

Ia menceritakan pengalamannya sebelum beredarnya kabar penangkapan Pegi. Rumahnya didatangi oleh petugas kepolisian dari Polres Cirebon Kota dan Polda Jabar yang membawa foto-foto orang dalam DPO.

“Polisi memperlihatkan foto-foto dan nama-nama dari tiga orang dalam DPO,” ungkapnya.

Namun, dari gambar-gambar yang diperlihatkan, Saka menegaskan bahwa ia tidak mengenali siapapun. Ia yakin bahwa sosok Pegi Setiawan yang ditangkap sangat berbeda dengan gambar yang ditunjukkan oleh polisi.

“Pegi yang ditangkap sekarang itu jauh berbeda dengan gambar yang diperlihatkan oleh polisi,” ucapnya.(Joni)

Array
header-ads

Berita Lainnya