Caption: BPJS Kesehatan dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) resmi menandatangani tiga perjanjian kerja sama dan satu nota kesepahaman pada Selasa (4/6). Foto: dok.BPJS

BPJS Kesehatan dan BSSN Perkuat Keamanan Data Peserta JKN

Ciremaitoday.com, Bandung-BPJS Kesehatan dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) resmi menandatangani tiga perjanjian kerja sama dan satu nota kesepahaman pada Selasa (4/6). Kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan keamanan siber dalam melindungi data peserta yang dikelola oleh Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti, menegaskan bahwa pengelolaan data peserta JKN yang sangat besar memerlukan sistem keamanan yang kokoh.

“Data peserta JKN yang tersimpan dalam sistem elektronik BPJS Kesehatan merupakan data yang sangat penting dan sensitif, sehingga diperlukan sistem keamanan siber untuk melindungi dari risiko ancaman siber,” ujarnya.

Ghufron menjelaskan, kerja sama ini difokuskan pada peningkatan kapasitas keamanan siber. Dengan jumlah peserta mencapai ratusan juta orang, perlindungan terhadap data pribadi menjadi prioritas utama.

“Melalui kerja sama dengan BSSN, BPJS Kesehatan berupaya memperkuat sistem keamanan dalam mengelola informasi peserta, termasuk data pribadi, riwayat medis, dan informasi transaksi,” katanya.

Perjanjian ini juga mencakup perlindungan terhadap informasi dan transaksi elektronik.

“Transaksi elektronik menjadi sarana utama dalam administrasi dan pembayaran layanan kesehatan. Oleh karena itu, BPJS Kesehatan bersama BSSN berkomitmen untuk melindungi integritas dan keamanan transaksi elektronik yang terjadi dalam Program JKN,” terangnya.

Sertifikat elektronik menjadi bagian penting dari kerja sama ini, diharapkan dapat meningkatkan keamanan dan keaslian informasi yang disampaikan melalui sistem elektronik Program JKN.

“Dengan adanya sertifikat elektronik, BPJS Kesehatan dapat memastikan bahwa data yang dipertukarkan antara peserta, penyedia layanan kesehatan, dan pihak terkait lainnya tetap aman dan terjamin keasliannya,” ucapnya.

Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Hinsa Siburian, menambahkan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam menghadapi risiko siber yang semakin tinggi.

“Semakin tinggi angka pemanfaatan ruang siber akan berbanding lurus dengan risiko serta ancaman yang akan dihadapi. Apalagi dengan jumlah data yang dikelola BPJS Kesehatan, hal ini perlu adanya penguatan terhadap sistem keamanan di ruang siber,” ujarnya.

Hinsa juga menekankan pentingnya peran BPJS Kesehatan dalam mengelola Program JKN dan Dana Jaminan Sosial (DJS).

“Pengelolaan serangan siber menjadi upaya strategis yang perlu dilakukan dengan efektif agar pengelolaan Program JKN terus berkelanjutan. BSSN hadir sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya untuk bekerja sama dalam menjaga sistem keamanan dalam Program JKN,” katanya.

“Harapannya, dengan dilaksanakannya penandatanganan kerja sama ini, kedua pihak dapat berkomitmen dan menindaklanjuti dengan langkah strategis untuk menjaga keamanan siber,” pungkasnya.(Joni)

Array
header-ads

Berita Lainnya