Caption: Kuasa hukum Suharsono alias Bondol, Toni, saat memberikan keterangan pers bersama Bondol dan saksi-saksi lainnya. Foto: Tarjoni/Ciremaitoday

Bantah Pegi Terlibat dalam Kasus Vina Cirebon, 3 Saksi Ini Siap Penuhi Panggilan Polisi

Ciremaitoday.com, Cirebon-Tiga saksi kunci dalam kasus Vina Cirebon, terkait keterlibatan Pegi Setiawan alias Perong, telah dipanggil oleh Polda Jabar untuk memberikan keterangan pada Jumat (31/5). Saksi-saksi tersebut adalah Suharsono alias Bondol, Suparman, dan Ibnu, yang semuanya mengklaim bahwa Pegi tidak terlibat dalam pembunuhan tersebut.

Suharsono alias Bondol, dalam keterangannya, menyatakan bahwa pada tanggal 27 Agustus 2016, ia dan Pegi Setiawan sedang berada di Bandung untuk bekerja.

“Di Bandung saya kerja bareng Pegi, Robi, Suparman, dan Ibnu. Kami bekerja di sana selama satu minggu. Saya pulang diantar oleh Pegi, Robi, dan Ibnu ke jalan raya untuk menunggu angkot,” ujarnya kepada wartawan pada Rabu (29/5).

Bondol melanjutkan ceritanya bahwa setelah naik angkot hingga Leuwi Panjang, ia kemudian naik bus menuju Cirebon dan turun di KM 202 Tol.

“Saya jalan kaki menuju rumah, dan melihat ada keramaian di atas jembatan tol Talun. Saya kira ada kecelakaan, tetapi kemudian mendengar dari warga bahwa itu adalah peristiwa pembunuhan,” jelasnya.

Menurut Bondol, beberapa hari setelah kejadian tersebut, ia mendengar kabar bahwa rumah Pegi digerebek oleh polisi.

“Saya main ke rumah Pegi dan bertemu dengan ibunya. Ibunya bilang Pegi, no Pegi. Saya jawab, loh kok Pegi, Pegi kan masih di Bandung waktu itu, nganter saya pulang sampai jalan raya nunggu angkot,” katanya.

Kuasa Hukum Suharsono alias Bondol, Toni, menegaskan bahwa ketiga saksi ini dipanggil oleh polisi untuk memberikan keterangan yang dapat memperjelas kasus ini.

“Ada tiga saksi yang dipanggil: Suharsono atau Bondol, Suparman, dan Ibnu. Mereka memberikan alibi bahwa Pegi tidak berada di lokasi kejadian pada tanggal 27 Agustus 2016,” katanya.

Toni menambahkan bahwa Suparman pada malam kejadian berada di Bandung dan tidur di lokasi yang sama dengan Pegi.

“Malam itu, Pegi tidur di samping pintu dan Suparman melihatnya masih tidur pada jam 12 malam tanggal 27 Agustus 2016,” ungkap Toni.

Toni menyatakan bahwa ia bersyukur ketiga saksi ini dipanggil oleh Polda Jabar.

“Proses penyidikan haruslah adil, dengan memberikan kesempatan kepada tersangka untuk membuktikan ketidakbersalahannya. Jika ada saksi yang memberikan keterangan yang meringankan, proses penyidikan tidak boleh terganggu atau terhenti. Ini adalah prinsip dasar dari keadilan dalam penyidikan,” tegasnya.

Menurut Toni, penyidik Polda Jabar dapat memperhatikan keluhan, protes, dan aspirasi masyarakat.

“Proses penyidikan haruslah adil, dengan memberikan alat bukti kepada tersangka dan memberikan penjelasan terkait tuduhan yang dihadapinya,” ujarnya.

Dengan pemanggilan ketiga saksi ini, diharapkan kasus Vina Cirebon dapat segera menemukan titik terang dan keadilan dapat ditegakkan. (*)

Array
header-ads

Berita Lainnya