Caption: Acara Multi-Stakeholders Dialogue (MSD) oleh para pemangku kepentingan pendidikan tinggi di Aceh, Jumat (5/7). Foto: dok.Kemendikbud

Aceh Tingkatkan Semangat Kewirausahaan Lewat Kolaborasi Kampus dan Dunia Usaha

Ciremaitoday.com, Aceh-Dunia usaha dan perguruan tinggi di Aceh sepakat meningkatkan semangat kewirausahaan di kalangan mahasiswa melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Mandiri. Kesepakatan ini diresmikan dalam Nota Harapan Bersama yang ditandatangani pada akhir acara Multi-Stakeholders Dialogue (MSD) oleh para pemangku kepentingan pendidikan tinggi di Aceh, Jumat (5/7).

Acara ini diselenggarakan oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XIII bekerja sama dengan Kampus Merdeka Mandiri (KMM) di aula LLDikti Wilayah XIII, dan diikuti oleh 10 perwakilan dunia usaha serta 17 perwakilan dari 12 perguruan tinggi di Aceh.

“Kami menyelenggarakan MSD untuk mempertemukan perguruan tinggi dengan para pihak yang berpotensi menjadi mitra untuk menjalankan MBKM secara mandiri,” ujar Manajer KMM, Niki Prastomo.

MBKM adalah kebijakan inovatif dari Kemendikbudristek yang bertujuan mempersiapkan lulusan yang lebih relevan dengan kebutuhan zaman. Melalui MBKM, mahasiswa memiliki hak belajar di luar program studi hingga tiga semester dengan maksimal 60 SKS. Perguruan tinggi dituntut memfasilitasi hak ini agar mahasiswa dapat mendapatkan pengalaman langsung di lapangan.

Kepala Bagian Umum LLDikti Wilayah XIII, Syafi’i, menyatakan bahwa MSD diperlukan agar perguruan tinggi dan masyarakat dapat berdiskusi tentang kolaborasi dalam MBKM.

“Kami berharap, diskusi ini dapat menghasilkan bukan hanya gagasan tetapi juga kegiatan yang bermanfaat bagi mahasiswa dan masyarakat Aceh,” kata Syafi’i.

Para mitra yang hadir dalam MSD di antaranya PT Sinar Kopi Nusantara, PT Getlatela Jayati Group, PT Progresif Group Indonesia, Wira Usaha Bank Indonesia (WUBI), BPJS Ketenagakerjaan, BKKBN Provinsi Aceh, PT Pos Indonesia, PT Pembangunan Aceh, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong Aceh, dan PT Pema.

Acara ini juga dihadiri oleh 22 perwakilan dari perguruan tinggi seperti Akademi Kesehatan Kesdam Iskandar Muda Banda Aceh, Politeknik Indonesia Venezuela, Politeknik Kutaraja, STIE Sabang, Universitas Abulyatama, Universitas Almuslim, Universitas Bina Bangsa Getsempena, Universitas Gajah Putih, Universitas Jabal Ghafur, Universitas Muhammadiyah Aceh, dan Universitas Serambi Mekkah.

Niki Prastomo menambahkan bahwa jika program MBKM kewirausahaan dijalankan dengan baik, dampaknya akan sangat besar.

“Mahasiswa berpeluang belajar menjadi wirausahawan dan dapat membantu UMKM mengakselerasi usaha mereka. Usaha yang berkembang dapat segera merekrut tenaga kerja baru,” terangnya.

Niki juga menekankan pentingnya relevansi program MBKM.

“Perguruan tinggi tidak cukup mengajarkan berenang di kolam renang. Mereka perlu mengajarkan berenang di lautan, karena itulah realitas yang akan dihadapi mahasiswa setelah lulus,” ucapnya.

Niki juga menyoroti pentingnya keterlibatan dunia usaha dalam proses pendidikan.

“Masyarakat, melalui organisasi, lembaga, dan dunia bisnis, perlu melibatkan diri dalam proses belajar mahasiswa dengan menjadi mitra perguruan tinggi,” pungkasnya.

Dalam MSD, keprihatinan tentang tingginya angka pengangguran di Aceh turut disoroti.

“Angka pengangguran di Aceh mencapai 8%, karena itu kami berencana membantu menyelesaikan persoalan ini dengan program kewirausahaan,” ucap salah satu dosen.(Joni)

Array
header-ads

Berita Lainnya