Wakil Ketua Komisi II DPR dari Fraksi PKB, H Yanuar Prihatin.

Wakil Ketua Komisi II DPR Yanuar Prihatin Pituin Kuningan, Maju Dapil Jabar X Nomor Urut 1

Ciremaitoday.com, Kuningan – Wakil Ketua Komisi II DPR RI, H Yanuar Prihatin kembali maju di Pileg 2024 untuk Dapil Jabar X yakni Kuningan, Ciamis, Banjar, dan Pangandaran. Yanuar maju dengan nomor urut 1 dari PKB.

Sejak 2014, Yanuar sudah terpilih menjadi Anggota DPR RI selama dua periode yakni Tahun 2014-2019 dan Tahun 2019-2024. Legislator kelahiran 30 Desember 1970 asal Desa Pajawan Kidul, Lebakwangi, Kuningan, merupakan anak sulung KH Ahmad Bagdja yang pernah menjabat Sekjen PBNU di era Gus Dur 1994-1999.

“Saya menyelesaikan pendidikan MI, SD, SMP, dan SMA di Kabupaten Cirebon. Kemudian studi S1 Ilmu Administrasi Niaga di Universitas Jakarta, lulus tahun 1996 dan S2 Ilmu Politik Universitas Indonesia, lulus tahun 2003,” kata Yanuar dalam keterangan tertulisnya.

Tak hanya itu, Yanuar dikenal pula sebagai motivator atau trainer pengembangan diri dan telah memberikan ilmunya dalam berbagai seminar, training maupun workshop pada lebih dari 150 kabupaten/kota di Indonesia. Adapun total peserta berkisar di angka 300 ribu lebih sejak 2013 hingga sekarang.

Hal ini adalah buah yang diraih atas minat kuat pada dunia pendidikan dan pelatihan, pengembangan SDM, pemberdayaan diri, public speaking, ilmu pikiran, kesuksesan hidup, kewirausahaan dan spiritual healing, yang semua itu diperkuat dengan kebiasaan membaca, berorganisasi, dan syiar Islam melalui zikrullah. Kemampuan sebagai trainer atau motivator tidak diraih secara tiba-tiba, sebab telah belajar pada sejumlah Master Trainer yang kompeten dan ternama. Beberapa nama itu antara lain Ary Ginanjar Agustian (ESQ Centre), Tung Desem Waringin (TDW), Merry Riana, Ongky Hojanto (Public Speaking Academy), Rezky Daniel (LKP International Mind Technology).

“Dari para Master Trainer ini, saya belajar tentang quantum excellence, trainerpreneur, public speaking, financial revolution, NLP (Neuro Linguistic Programming) hingga ilmu hipnosis dan hipnoterapi,” katanya.

Beberapa waktu lalu, Ia menerima kunjungan anggota dan pengurus PWI Kuningan dalam program Sharing Wawasan. Itu agenda menjelang Konferensi PWI Kabupaten Kuningan 2023.

“Saya memberikan motivasi kepada rekan-rekan wartawan yang tergabung di PWI, sesuai permintaan mereka menjelang kegiatan Konferensi PWI Kabupaten Kuningan 2023. Secara kebetulan saya juga pernah menjadi wartawan di Jakarta,” katanya.

Yanuar juga dikenal aktif dalam sejumlah organisasi yang kental dengan Nahdlatul Ulama. Beberapa seperti IPNU Kabupaten Cirebon 1988-1990, PMII DKI Jakarta 1992-1993, PP Lakpesdam NU 2004-2009, dan PP LWP NU 2009-2014.

Sementara di politik, Yanuar menjabat Anggota Departemen DPP PKB 2002-2005. Wakil Sekretaris DPC PKB Kota Bekasi 2002-2007, dan Ketua DPP PKB sejak 2008-2014 hingga sekarang. Lalu jabatan lain yakni Sekretaris PP Majelis Zikir Zulfaqar Indonesia (MZZI) 2006-sekarang, pendiri dan pembina Yayasan Cahaya Sekolah Kehidupan (CSK) 2015-sekarang, pembina DPD PPSI (Persatuan Pencak Silat Indonesia) Kabupaten Kuningan 2021-sekarang, Ketua Yayasan Arkasih 2010-sekarang, dan Pendiri PKBM CSK Kabupaten Kuningan 2020.

Kemudian dalam kariernya, diawali sebagai Peneliti LPPM Universitas Jakarta 1993-2001, Stringer Majalah Vista TV 1996-1997, Dosen FIA dan FISIP Universitas Jakarta 1997-2001, Direktur PT Nirin Orbit Lintas 2002-2003, Tenaga Ahli Komisi II DPR RI 2005-2012, Trainer/Motivator Pengembangan Diri 2013-sekarang, Anggota Komisi II DPR RI 2014-2019, 2019-sekarang, dan Wakil Ketua Komisi II DPR RI 2022-sekarang.

Selamat menjabat Anggota DPR Dapil Jabar X, Ia secara berkesinambungan melakukan kegiatan di daerah pemilihan dan menjalin komunikasi, silaturahmi serta menyapa berbagai pihak dan kalangan melalui berbagai cara maupun kegiatan secara terus menerus.

“Selama periode November 2019-awal Desember 2023, telah dilaksanakan berbagai kegiatan sebanyak kurang lebih 300 kegiatan di Dapil Jawa Barat X,” sebutnya.

Dengan demikian, rata-rata kegiatan per bulan sekitar enam kegiatan dalam rentang waktu sekitar 49 bulan (4 tahun). Itu belum termasuk kegiatan yang akan dilaksanakan hingga akhir periode di tahun 2024.

Beberapa kegiatan tersebut terdiri dari seminar motivasi, istighosah/zikir akbar, peringatan hari besar Islam, sosialisasi program pemerintah (BPJS, PTSL, UU Pesantren, UU Pemilu/Pilkada, penanggulangan Covid-19, sosialisasi Pancasila dan lain-lain), kompetisi olah raga, lomba untuk anak sekolah, santunan yatim piatu/jompo, silaturahmi warga/saba desa dan lain-lain. Selanjutnya pasar murah, bantuan untuk pembangunan/renovasi masjid dan musholla, kantor desa, pembangunan dan perbaikan jalan gang desa, pipanisasi air bersih hingga penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR) setiap tahun dan lain-lain.

Kegiatan-kegiatan itu dilaksanakan di berbagai tempat dan lokasi antara lain kampus, sekolah, balai serba guna, aula kantor desa, pesantren, rumah warga, lapangan terbuka, lapangan olah raga, jalan lingkungan, auditorium, masjid, mushola dan sebagainya.

“Tentunya melibatkan banyak pihak dan kalangan. Ada kiai, ustaz, mubaligh, ibu-ibu majelis taklim, tokoh masyarakat, ibu rumah tangga, pemuda, mahasiswa, pelajar, remaja, kepala desa, perangkat desa, para guru, dosen, wartawan, pelaku seni, petani, usaha kecil dan menengah, hingga politisi, pengurus partai, anggota dewan dan para bakal calon legislatif, juga penyelenggara pemilu dan lainnya,” sebutnya.

Termasuk pula pesantren, organisasi keagamaan, pengurus masjid/musola, karang taruna, Bumdes, organisasi kepemudaan/kemahasiswaan/pelajar, organisasi guru, organisasi tenaga honorer, organisasi kepala desa/perangkat desa/lurah serta perkumpulan olah raga dan seni.

Dalam melaksanakan tupoksi periode 2020-2023, Yanuar turut menyalurkan berbagai program pemerintah di Dapil Jabar X. Beberapa di antaranya pembangunan infrastruktur jalan kabupaten/desa, jembatan, normalisasi dan pembangunan saluran irigasi, jalan rabat beton dan  pembangunan ruas jalan Cipakem-Giriwaringin, Ciwaru-Linggajaya, Garawangi, Tenjolayar-Pancalang dan lainnya.

Pembangunan BLK (Balai Latihan Kerja), sanitasi pesantren, perbaikan rumah warga yang tidak mampu, pemasangan tiang lampu penerangan jalan, program padat karya, tenaga kerja mandiri, pembangunan ruang kelas baru, penyaluran Program Indonesia Pintar (PIP) untuk pelajar SD, SMP, SMA dan mahasiswa, program pariwisata dan lain-lain.

Begitu pula bantuan untuk kelompok tani berupa handtraktor, handprayer, powertresher, pompa air, normalisasi saluran irigasi, bibit tanaman dan bantuan modal.

“Pelaksanaan program pembangunan tersebut telah menyerap ribuan tenaga kerja,” katanya.

Kegiatan dan program bantuan tersebut tentu saja belum bisa menjangkau seluruh kebutuhan dan aspirasi yang berkembang di masyarakat dan pemerintah daerah.

“Namun setidaknya langkah yang saya lakukan, semoga menjadi inspirasi untuk segenap warga pemilih mengambil keputusan yang tepat dalam menyalurkan suaranya dalam Pemilu 2024,” tutupnya.(*)

Array
header-ads

Berita Lainnya