Caption: Para tersangka kasus penyalahgunaan narkoba memakai baju tahanan saat konferensi pers di Mapolres Cirebon Kota, Jumat (1/3). Foto: Tarjoni/Ciremaitoday

Ungkap 15 Kasus Narkoba di Kota Cirebon dalam Sebulan, Polisi: 15 Ribu Orang Selamat

Ciremaitoday.com, Cirebon-Satuan Reserse Narkoba Polres Cirebon Kota telah berhasil mengungkap 15 kasus penyalahgunaan narkoba selama Januari hingga Februari 2024. Kasus-kasus tersebut melibatkan penyalahgunaan narkotika jenis sabu, tembakau sintetis (Gorilla), dan peredaran obat sediaan farmasi tanpa izin edar.

Dalam operasi tersebut, polisi berhasil mengamankan 16 tersangka yang semuanya adalah pengedar. Para tersangka ini rata-rata sudah terlibat dalam kegiatan peredaran narkoba selama 1 bulan hingga 1 tahun.

Para tersangka yang diamankan dengan inisial RS (20), DF (20), DAM (27), FF (25), AN (25), BS (33), AR (20), RH (23), MD (26), IM (38), FL (22), MAB (23), RP (19), AL (21), TS (29), ST (42) ditangkap di delapan lokasi berbeda di Kota dan Kabupaten Cirebon.

Wakapolres Cirebon Kota, Kompol Rizky Adi Saputro, mengungkapkan bahwa keberhasilan ini berkat 15 laporan polisi yang terdiri dari 4 perkara sabu, 1 perkara narkotika jenis tembakau sintetis (Gorilla), dan 10 perkara peredaran obat sediaan farmasi tanpa izin edar.

Para tersangka tertangkap tangan saat melakukan transaksi narkotika dan obat-obatan terlarang di 8 tempat kejadian perkara (TKP) di berbagai kecamatan di Kota dan Kabupaten Cirebon.

Dari hasil kejahatan tersebut, polisi berhasil menyita 19 paket narkotika jenis sabu dengan berat total 65 gram yang terdiri dari 13 paket sedang dan 6 paket kecil siap edar. Selain itu, mereka juga mengamankan 1 paket narkotika jenis tembakau sintetis (Gorilla) dengan berat total 23 gram dan 5.085 butir obat sediaan farmasi tanpa izin edar.

“Kami juga berhasil mengamankan 10 unit handphone berbagai merk, 3 unit timbangan digital, 3 pack plastik klip berwarna bening, dan 1 buah lakban,” ujarnya saat konferensi pers di Mapolres Cirebon Kota, Jumat (1/3).

Wakapolres menegaskan bahwa para pelaku tindak pidana penyalahgunaan narkotika jenis sabu atau tembakau sintetis (Gorilla) dapat dikenakan hukuman pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun serta denda hingga Rp. 8 miliar. Hal ini diatur dalam pasal 112 ayat 2 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Kemudian, juncto pasal 114 Ayat 2 UU RI nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika Golongan I, pelaku dipidana dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 6 tahun dan pidana denda Rp 10 miliar.

Sedangkan, kata dia, untuk pelaku tindak pidana penyalahgunaan obat sediaan farmasi tanpa ijin edar yang sah, sebagaimana diatur dalam pasal 435 Jo pasal 436 ayat 2 UU RI nomor 17 tahun 2023 tentang Kesehatan. Pelaku diancam pidana penjara paling singkat 5 tahun paling lama 12 tahun dan denda paling banyak Rp 500 juta.

Berdasarkan barang bukti yang telah disita, polisi mengeklaim telah berhasil menyelamatkan sekitar 15 ribu orang dari penyalahgunaan narkoba.(*)

Array
header-ads

Berita Lainnya