Caption: Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, yang juga Ketua Harian Dewan Eksekutif Masjid Raya Al Jabbar, Herman Suryatman, saat meninjau Masjid Raya Al Jabbar di Kota Bandung, Selasa (16/4).Foto: dok.Biro Adpim Jabar

Sekda Jabar: Evaluasi Komprehensif Pengelolaan Masjid Raya Al Jabbar Pasca Kejadian Pungutan Liar

Ciremaitoday.com, Bandung-Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, yang juga Ketua Harian Dewan Eksekutif Masjid Raya Al Jabbar, melakukan peninjauan ke seluruh area masjid setelah kejadian pungutan liar beberapa hari lalu.

“Saya ditugaskan oleh Pak Pj Gubernur Jabar untuk crosscheck kondisi Masjid Raya Al Jabbar setelah kejadian pungutan liar. Tadi saya keliling semua area luar untuk memeriksa apa yang harus diselesaikan,” ujar Herman Suryatman di Kota Bandung, Selasa (16/4).

Setelah peninjauan, Herman bersama pihak terkait melakukan rapat untuk mengevaluasi secara komprehensif pengelolaan Masjid Raya Al Jabbar.

Evaluasi tersebut mencakup perbaikan jangka pendek, seperti menghentikan pungutan liar di area parkir, penjualan kantong keresek secara paksa, dan pungutan lebih untuk transportasi odong-odong.

“Untuk jangka pendek, kami pastikan tidak ada lagi pungutan liar di area parkir dan area penitipan alas kaki, juga di area transportasi odong-odong,” tegasnya.

Dirinya juga memastikan pengelola odong-odong tidak menaikkan harga seenaknya kepada pengunjung.

“Yang plastik juga sudah disepakati tidak boleh dan kemarin sudah kita tangkap oknum yang jual plastik itu. Jadi tidak boleh ada penjualan plastik karena tempat penitipan sudah kita sediakan kecuali masyarakat bawa sendiri, ya, silakan,” ujar Herman.

Untuk area parkir, dikelola oleh pihak ketiga, yaitu Primkopti Kartika, Herman meminta agar bertanggung jawab atas pengelolaan dan memastikan tidak ada pihak lain yang menyusup.

Dari hasil penyelidikan, pelaku pungli itu bukan warga sekitar maupun bagian dari Primkopti Kartika.

“Sudah kami bina dan ingatkan agar yang bersangkutan tidak melakukannya lagi. Kalau nanti ketahuan lagi kami akan laporkan kepada kepolisian,” tegasnya.

Herman menambahkan, evaluasi pengelolaan jangka menengah tengah disiapkan agar jemaah maupun pengunjung nyaman dan aman. Sedangkan untuk jangka panjang, akan ada evaluasi menyeluruh termasuk kelembagaan.

“Perbaikan pengelolaan Al Jabbar harus komprehensif, menyeluruh, dan tidak parsial. Tentu perlu waktu, tapi prioritas kami jangka pendek adalah masyarakat aman, nyaman, tidak ada pungli, itu saja dulu,” pungkasnya.(*)

Array
header-ads

Berita Lainnya