Longsor di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, menutup akses jalan penghubung antar desa.

Musibah Longsor di Kuningan Tutup Akses Penghubung Antar Desa, Warga Terancam Terisolir

Ciremaitoday.com, Kuningan – Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat terjadi di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, dalam beberapa hari terakhir ini. Akibat hujan tersebut, memicu tanah longsor di sejumlah titik.

Salah satu paling parah terjadi di Desa Situsari, Kecamatan Darma, Kuningan. Bangunan tembok penahan tebing setinggi 15 meter ambruk, sehingga menutup akses jalan penghubung antar desa.

Kejadian ini membuat unsur kepolisian meninjau langsung lokasi longsor. Secara bergotong royong, warga bersama petugas membersihkan material longsoran tanah.

Bahkan satu unit alat berat diterjunkan untuk evakuasi bebatuan besar yang menutup jalan. Bahkan evakuasi tanah longsor masih berjalan hingga hari ini, Jumat (10/3/2023).

Kapolsek Darma, AKP Sutarja Fahrudin dalam keterangan persnya, menuturkan, apabila peristiwa longsor terjadi pada saat malam hari. Beruntung tidak menimbulkan korban luka maupun jiwa dari warga setempat.

“Kejadian itu pada hari Rabu sekitar jam 10 malam. Sebuah TPT ambruk dan menimpa jalan utama menuju Desa Situsari di Kecamatan Darma,” ucapnya.

Akibatnya, lanjut Sutarja, akses jalan sementara tidak bisa dilalui kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat. Bahkan warga di Desa Situsari terancam terisolir akibat akses jalan tertutup.

“Ya masyarakat di Desa Situsari tidak bisa melintas ya. Tidak bisa dilalui kendaraan motor maupun mobil, karena material longsoran itu bukan tanah tapi bebatuan dari cor bangunan,” imbuhnya.

Oleh sebab itu, pihaknya cukup kesulitan untuk segera membersihkan material longsoran. Batu bekas cor bangunan tembok penahan tebing yang besar, membuat evakuasi berjalan lama.

“Kendalanya memang material longsoran itu batu cor yang keras dan besar. Alat berat juga sudah diturunkan untuk membantu proses pembersihan material longsor,” terangnya.

Meski tak bisa dilalui kendaraan, Ia menyebut, jika akses jalan masih bisa dipergunakan oleh pejalan kaki. Namun harus tetap hati-hati, karena khawatir terjadi longsor susulan.

“Selain akses jalan tertutup, longsor ini membuat satu rumah warga terancam tertimbun longsoran. Namun penghuni rumah sementara sudah dievakuasi di tempat lebih aman,” pungkasnya.(*)

Array
header-ads

Berita Lainnya