Jalur alternatif Kuningan-Cirebon di jalan lingkar timur Sampora-Ancaran kini telah dibuka kembali.

Jalur Alternatif Kuningan-Cirebon Kembali Dibuka usai 2 Bulan Ditutup

Ciremaitoday.com, Kuningan – Pembersihan sisa material pengerukan tebing di jalan lingkar Sampora-Ancaran, sebagai jalur alternatif Kuningan menuju Cirebon maupun sebaliknya terus dikebut. Hasilnya selama dua hari terakhir upaya pembersihan yang dilakukan, kini jalan tersebut sudah dibuka kembali, Kamis (28/12).

Sebab selama hampir 2 bulan terakhir, jalan lingkar timur Sampora-Ancaran tersebut sempat ditutup. Titik lokasi penutupan berada di Desa Garatengah, Kecamatan Japara, Kuningan.

Dibukanya akses jalan itu ditandai dengan iring-iringan sirine mobil patwal Sat Lantas Polres Kuningan. Kemudian beberapa kendaraan pribadi tampak mengikuti dari belakang mobil kepolisian.

Upaya pembersihan jalan dari material tanah sendiri sebelumnya melibatkan petugas gabungan. Beberapa di antaranya seperti petugas dari BPBD Kuningan maupun Damkar Kuningan.

Kepala Pelaksana BPBD Kuningan, Indra Bayu Permana SSTP dalam keterangan persnya, menuturkan, pembersihan dengan cara penyemprotan jalan lingkar timur dari material tanah bekas pengerukan tebing sudah berjalan dua hari ini. Bahkan pembersihan sekarang dilanjutkan di hari kedua hingga tuntas.

“Hari ini kita melanjutkan pembersihan bersama tim Damkar Kuningan. Targetnya nanti saat libur tahun baru bisa dilalui kendaraan,” ucapnya.

Pihaknya menerjunkan tim yang dilengkapi dengan kendaraan tangki pengangkut air. Apalagi saat malam kemarin, penyemprotan jalan dilakukan hingga dini hari sampai 4 jam lebih.

“Lokasi penyemprotan material tanah titiknya ada di jalan baru lingkar timur tepatnya Desa Garatengah, Kecamatan Japara. Mulai penyemprotan jam 8 malam sampai jam 1 dini hari,” imbuhnya.

Sementara Kepala Damkar Kuningan, Andri Arga Kusumah menambahkan, jika penyemprotan dilakukan atas adanya permohonan dari pihak PUTR Kuningan, perihal permohonan bantuan penyemprotan material tanah di jalan baru lingkar timur. Ini sebagai antisifasi ketertiban umum dan ketentraman serta kelancaran lalu lintas pengguna jalan dalam hal perayaan Nataru.

“Karena material tanah di jalan baru lingkar timur cukup tebal dan luas total jalan yang harus disemprot atau dibersihkan 650×10 meter, jadi membutuhkan proses yang cukup lama. Kemudian butuh tenaga yang ekstra, sehingga tidak bisa langsung dituntaskan dan diselesaikan dalam waktu satu hari,” imbuhnya.

Dia menyebut, pada penyemprotan hari pertama material tanah yang sudah dikerjakan, total sudah disemprotkan air sebanyak kurang lebih 50.000 liter. Yakni dilakukan anggota damkar dibantu anggota BPBD Kuningan.(*)

header-ads

Berita Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *