Caption: Edi, seorang pedagang beras di Pasar Tradisional Sumber, Kabupaten Cirebon, saat menunjukkan harga beras dagangannya yang paling murah. Foto: Joni

Harga Beras Melejit, Pedagang dan Pembeli di Cirebon Menjerit

Ciremaitoday.com, Cirebon– Masyarakat Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, semakin merasa terbebani dengan kenaikan harga beras yang signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Keluhan ini terus bergema di berbagai kalangan, menyebabkan kekhawatiran akan dampaknya terhadap daya beli dan kondisi ekonomi masyarakat.

Menurut salah seorang pembeli beras di Pasar Tradisional Sumber, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Iin, kenaikan harga beras telah memberikan tekanan tambahan pada anggaran bulanan yang harus dikeluarkan. Sebab, harga beras premium di pasaran kini mencapai Rp 18 ribu per kilogramnya.

Lonjakan harga beras itu, aku dia, cukup membuat dirinya kaget. Dengan kenaikan harga dirinya pun terpaksa membeli beras kualitas standar dengan harga Rp 15,5 ribu.

“Biasanya beli 14 ribuan per kilogram,” katanya, Minggu (11/2).

Dengan demikian, ia pun merasa keberatan dengan harga beras yang terus meningkat, pihaknya berharap harga beras kembali normal.

“Pengennya sih turun lagi harganya, karena kan buat kebutuhan sehari-hari,” ucapnya.

Kenaikan harga beras itu pun, diakui oleh Edi, salah seorang pedagang beras di pasar tersebut. Kata dia, harga beras sedang mengalami kenaikan sejak 2 minggu yang lalu.

“Katanya sih penyebab kenaikan harga beras karena musim kemarau kemarin belum pada panen dari petaninya,” ujarnya.

Menurutnya, harga beras paling murah Rp15,5 ribu dan harga beras premium Rp 18 ribu per kilogramnya. Sedangkan untuk beras merah, yakni mencapai harga Rp 20 ribu perkilogramnya.

“Saya harap, harga beras kembali normal. Biar kita mengeluarkan modalnya juga sedikit, kemarin saja beli beras buat pakai ayam aja 18 ribu per kilogramnya,” katanya.(*)

header-ads

Berita Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *