Caption: Ilustrasi jalan rusak di Kabupaten Cirebon. Foto: Tarjoni/Ciremaitoday

Enam Ruas Jalan di Kabupaten Cirebon Rusak Akibat Banjir

Ciremaitoday.com, Cirebon-Banjir yang melanda 9 wilayah kecamatan di Kabupaten Cirebon bagian Timur berdampak buruk terhadap sejumlah infrastruktur jalan. Menurut catatan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Cirebon, tidak kurang dari enam ruas jalan mengalami kerusakan serius akibat banjir.

Ruas jalan yang terdampak antara lain Cilengkrang – Tonjong, Ciledug Wetan, Ciledug Lor – Bantarsari, Cilengkrang – Cihoe, Sidaresmi – Pabedilan, dan Kalirahayu – Tawangsari.

Kabid Bina Marga DPUTR Kabupaten Cirebon, Iwan Santoso ST, mengungkapkan, hasil laporan dari UPTD PAPRJJ Wilayah VIII menunjukkan adanya enam ruas jalan yang mengalami kerusakan serius. Kerusakan ini, kata dia, telah dilaporkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon.

Namun, pihaknya masih belum menghitung kerugian pasti yang diakibatkan atas kerusakan tersebut. Tetapi, perkiraan awal menunjukkan bahwa biaya penanganannya hampir mencapai Rp13 miliar.

“Yang rusak akibat banjir itu tentunya aspal jalan, karena mudah mengelupas, apalagi direndam air banjir,” ujar Iwan, kepada wartawan, Rabu (13/3).

Selain kerusakan jalan, jembatan juga tidak luput dari dampak banjir. Iwan menjelaskan bahwa senderan jembatan sedong di Kalimati juga tergerus banjir. Namun, tindakan cepat telah dilakukan dengan memasang bronjong pengaman jembatan pada ruas jalan Loji-Kalimati.

Kepala BPBD Kabupaten Cirebon, Dr. Deni Nurcahya, menegaskan bahwa assessment terhadap infrastruktur jalan dan jembatan yang rusak telah dilakukan.

“Hasilnya, kami menemukan enam jalan rusak dan satu jembatan yang senderannya tergerus banjir,” ungkap Deni.

Status darurat bencana telah dikeluarkan oleh pemerintah daerah pada 7 Maret 2024 lalu, memungkinkan pencairan anggaran bantuan tak terduga (BTT) sebesar Rp25 miliar untuk penanganan bencana. Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Cirebon, Sri Wijayawati, menegaskan kesiapan alokasi anggaran tersebut.

“Alokasi anggaran bisa digunakan segera mengingat status tanggap darurat bencana yang telah dikeluarkan oleh bupati,” katanya.

Namun, perlu dipastikan bahwa anggaran tersebut benar-benar digunakan dengan tepat sasaran.

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Cirebon, Sri Wijayawati mengatakan, alokasi anggaran Bantuan Tak Terduga (BTT) tahun 2024 sebesar Rp25 miliar. Slot anggaran itu untuk penanganan bencana. Proses pencairan nya pun dibuat mudah.

Ketika pemerintah Kabupaten Cirebon mengeluarkan status tanggap darurat bencana.

“Saat ini kan Cirebon Timur terkena musibah banjir. Alokasi anggaran itu bisa digunakan. Apalagi status tanggap darurat becana sudah dikeluarkan bupati,” tuturnya.

Adapun besaran anggaran yang dibutuhkan untuk menanggulangi banjir itu, kta dia, masih menunggu hasil inventarisir sejumlah SKPD yang terlibat dalam penanganan pascabanjir. BKAD sendiri hanya menyiapkan dananya saja, sedangkan belanjanya tergantung kebutuhan.

“Sejauh ini, BKAD masih belum menerima usulan nominal yang dibutuhkan. Karena ini bencana nasional ya, pasti dana siap pakainya atau BTT dipakai,” katanya.

Nci pun ingin memastikan agar anggaran tersebut benar-benar digunakan sesuai hasil inventarisir dan tepat sasaran. Hal itu, mengingat status tanggap darurat yang ditetapkan Pemkab Cirebon ini telah membuka pintu-pintu bantuan dari sejumlah pihak, termasuk Pemprov Jabar dan Pemerintah Pusat.

“Jika Pemerintah Pusat melalui Kementerian terkait memberikan bantuan perbaikan infrastruktur dan Pemprov Jabar memberikan bantuan penanganan pasca banjir lainnya, maka Pemkab Cirebon melalui sejumlah SKPD bisa membantu penanganan atau perbaikan infrastruktur lainnya,” tandasnya.

“Tinggal kabupaten-nya apa, jadi penggunaan BTT ini jangan sampai dobel dengan bantuan dari Kementerian atau lainnya,” sambungnya.

Meski demikian, sebenarnya bisa saja perbaikan infrastruktur dilakukan sharing dana antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

“Bisa juga sharing daerah dengan pusat untuk infrastrukturnya,” pungkasnya.(*)

Array
header-ads

Berita Lainnya