Caption: Bangunan ruang kelas di SMPN 2 Greged, Kabupaten Cirebon tampak tak beratap usai kejadian ambruk. Foto: Joni

Disdik: Nasib Rekanan dan Konsultan Atap SMP Ambruk di Cirebon Ditentukan Hasil Audit Inspektorat 

Ciremaitoday.com, Cirebon-Perkara atap bangunan kelas di SMPN 2 Greged, Kecamatan Greged, Kabupaten Cirebon yang ambruk pada Jumat (12/1) lalu, kini sedang ditangani oleh Inspektorat setempat. Artinya, perkara tersebut sedang diaudit oleh tim Inspektorat.

Hal ini disampaikan Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, Yadi Supriyadi, kepada wartawan, Kamis (18/1). Menurut Yadi, pihaknya akan menentukan langkah selanjutnya setelah hasil dari audit muncul.

“Kami berharap hasil dari audit bisa keluar hasilnya agar Disdik bisa mengambil langkah selanjutnya,” ujarnya.

“Setelah ada hasil kita akan berkoordinasi dengan inspektorat untuk menentukan langkah selanjutnya. Kita tidak akan sembrono tanpa dasar yang jelas,” sambungnya.

Sebab, kata dia, berdasarkan hasil audit tersebut pihaknya baru bisa melakukan tindakan selanjutnya baik terhadap pihak penyedia jasa (rekanan) maupun konsultan yang mengerjakan proyek tersebut.

“Tindakan ke pihak penyedia jasa atau pun konsultan juga akan dilakukan setelah ada rekomendasi dari pihak inspektorat,” katanya.

Tak hanya soal fisik atau atap bangunan, lanjutnya, profile perusahaan jasa konstruksi dan konsultan juga akan diaudit. Hal itu untuk menentukan apakah kedua pihak tersebut masih layak atau sudah tidak layak menjadi rekanan pemerintah.

“Semuanya diaudit. Semuanya pasti akan terlihat. Kalau pun kita meraba-raba, tapi takut salah. Tapi yang pasti hasil dari audit itu yang akan menjadi landasan untuk melakukan proses selanjutnya. Baik dilakukan pembangunan ulang dan lainnya,” terangnya.

Disdik kata dia, untuk selanjutnya akan lebih berhati-hati dan tetap berusaha memberikan pelayanan terbaik kepada para siswa di sekolah.

“Yang utama kami tetap memberikan layanan pendidikan yang aman dan nyaman. Setelah ini keluar pasti akan kami lakukan koordinasi baik dengan PUTR, bidang PBG atau pun Setda Kabupaten Cirebon. Nanti kita akan rapatkan bersama,” katanya.

Tak hanya Inspektorat, dalam hal ini aparat penegak hukum dari Polresta Cirebon juga sudah turun langsung meninjau ke lokasi pasca kejadian tersebut.

“Kalau APH, kemarin sudah turun langsung ke sana, kemarin dari unsur kepolisian. Kalau memerlukan data-data mereka pasti akan menghubungi kami,” pungkasnya. (*)

header-ads

Berita Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *