Sejumlah pihak minta adanya penyelidikan hingga tindakan tegas terhadap oknum pembakaran lahan di Kuningan, Jabar.

BPBD-Damkar Minta Ada Upaya Hukum Terhadap Oknum Pembakaran Lahan di Kuningan

Ciremaitoday.com, Kuningan – Setidaknya ada lebih dari 220 kejadian kebakaran terjadi sepanjang tahun 2023 di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Minggu (8/10/2023). Bahkan paling mendominasi yakni kebakaran lahan yang terjadi mencapai 130 kejadian lebih.

Kebakaran lahan hampir terjadi di semua wilayah kecamatan baik di dekat perkotaan maupun pelosok desa. Atas kejadian itu, perlu adanya penyelidikan hingga tindakan tegas terhadap oknum pembakaran lahan.

Kepala Pelaksana BPBD Kuningan, Indra Bayu Permana mengatakan, peristiwa kebakaran yang terjadi sejak Januari 2023 hingga sekarang sudah mencapai 220 lebih kejadian. Secara sinergi upaya penanganan terus dilakukan bersama instansi lain, khususnya pihak pemadam kebakaran.

“Apalagi dalam satu hari pernah terjadi di 8 titik kejadian kebakaran lahan. Selain kami menangani upaya kedaruratan, mitigasi kebencanaan juga dilakukan baik sosialisasi hingga edukasi di kalangan masyarakat,” ungkapnya.

Atas kejadian itu, pihaknya menekankan, perlu adanya tindakan penegakan hukum sesuai peraturan yang berlaku. Sehingga dapat menimbulkan efek jera bagi oknum pembakaran lahan maupun hutan.

“Karena upaya yang sudah kita lakukan, nantinya menjadi kesulitan karena akan terus berulang lagi. Sebab kami memiliki keterbatasan personel, tidak mungkin menjangkau semua titik dan kejadian kebakaran lahan nyaris setiap hari,” bebernya.

Sebab tak dipungkiri, pihaknya kewalahan apabila upaya pemadaman kebakaran lahan yang terjadi hampir setiap hari terus dilakukan. Apalagi dengan keterbatasan personel yang membuat semua cukup kelelahan.

“Kami memohon kepada seluruh pihak terkait baik Pak Kapolres, Pak Dandim, Pak Bupati, Pak Wakil Bupati, Pak Sekda, mohon dukungan dan mohon bisa duduk bersama terkait upaya-upaya penanganan kebakaran lahan dan hutan. Karena diprediksi juga, kekeringan ini akan berlangsung hingga Oktober 2023,” jelasnya.

Hal senada disampaikan Kepala UPT Damkar Kuningan, Khadafi Mufti. Semua pihak harus bersama-sama mengantisipasi potensi bahaya kebakaran.

“Karena konteksnya adalah kerugian itu besar, akibat dari pembakaran lahan dan hutan. Apakah itu disengaja atau tidak, karena yang dirugikan adalah kita bersama,” tandasnya.

Dirinya memohon, agar Pimpinan Forkopimda agar dapat duduk bersama untuk mencari solusi terbaik dalam penangan tersebut.

“Kami jajaran teknis di bawah, bukan kami mengeluh, kami perlu dukungan semuanya. Ini tidak boleh dibiarkan, harus ada upaya tindakan hukum, bahan-bahan untuk melakukan penyelidikan sudah disampaikan baik dari jajaran BPBD ataupun kami dari Damkar Kuningan,” bebernya.

Pihaknya berharap, tidak ada lagi kejadian kebakaran di wilayah Kuningan.

“Kalau boleh kami menyarankan, baik dari tingkat kabupaten hingga pemerintahan desa maupun relawan untuk bersama-sama bahu membahu. Ini kondisi kebakaran sudah diluar ambang batas kewajaran, kami mohon dukungan dari semua pihak,” pungkasnya.(*)

Array
header-ads

Berita Lainnya